Selasa, 24 November 2015
SMP Negeri Satu Atap Terpadu 1 Cibening Juara Utama 3 LBB Tk. Kabupaten Purwakarta
Prestasi sangat membanggakan kembali diraih pelajar di SMP Negeri
Satu Atap Terpadu 1 Cibening Purwakarta. Kali ini diraih oleh Pasukan Pengibar
Bendera (Paskibra) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap Terpadu 1
Cibening Kec. Bungursari Purwakarta. Sekolah ini berhasil menjadi juara utama
III Lomba Kreativitas Baris – Berbaris (LKBB) tingkat Kabupaten Purwakarta pada
Tanggal 24 Oktober 2015 di SMK Farmasi Purwakarta dalam rangka menyambut Hari
Sumpah Pemuda Tahun 2015. Penyerahan piala oleh para juara di Tingkat SD, SMP
dan SMA/SMK diberikan di Markas KODIM Purwakarta oleh Dandim dan para petinggi
di intitusi tersebut pada tanggal 28 Oktober 2015.Bandung tujuan Destinasi Perpisahan Guru SD - SMP Negeri Satu Atap Terpadu 1 Cibening Purwakarta
Perpisahan adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Apakah itu perpisahan dalam hubungan antar teman, antar sahabat atau hubungan cinta dengan kekasih. Akan ada rasa sedih, sakit, perih bahkan kecewa yang teramat sangat. Namun bila kita bijak menyikapi setiap moment perpisahan yang datang menghampiri, meski merasa berat ..., segalanya akan baik-baik saja.Jumat, 16 Oktober 2015
Implemantasi Kebiasaan Hidup Sehat bagi Siswa di SD - SMP Negeri Satu Atap Terpadu 1 Cibening Kec. Bungursari
Pola hidup bersih dan sehat adalah pengetahuan, sikap, dan
tindakan yang baik untuk memelihara dan mencegah terjadinya penyakit kepada siswa
di sekolah maupun dirumah, juga mengajarkan mereka untuk melindungi diri dari
ancaman penyakit. Berikut tips sederhana yang dapat diajarkan kepada siswa/siswi
di sekolah ketika mereka berada dirumah maupun diluar rumah :
Bangga menggunakan tas daur ulang, Wujud apresiasi hasil karya siswa

Kali ini ada aturan baru yang tertuang dalam peraturan bupati
(Perbup). Yakni, mengajak pelajar agar memakai tas buatan sendiri. Tas
tersebut, terbuat dari bahan daur ulang plastik bungkus makanan atau kain bekas
karung terigu.
Keluarnya kebijakan baru ini, setelah Bupati Purwakarta, Dedi
Mulyadi memantau anak-anak saat masa bimbingan (Mabim) siswa baru di
Purwakarta. Pelajar baru di sekolah itu ternyata menggunakan tas dari hasil
bahan daur ulang.
Dedi mengaku, sebenarnya, selama ini Purwakarta memiliki
regulasi mengenai pendidikan berkarakter. Salah satu aplikasinya, yaitu siswa
dilarang menggunakan barang-barang yang berbau konsumerisme dan modernitas
seperti, tas yang biasa dipakai saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
