Sabtu, 22 Agustus 2015

Sampurasun Menggema di Markas PBB

 [Washington DC, USA] Bukan selamat pagi ataupun good morning,tapi sampurasun yang diucapkan bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi,SH., ketika memulai berpidato pada International Young Leader Assembly di markas PBB, New York.(18/8) Selasa siang waktu Amerika serikat. Lengkap dengan Iket dan baju pangsi,dihadapan 700 peserta dari 90 negara Dedi mengucapkan salam dengan cara orang sunda,sambil merapatkan tangan dan sedikit menunduk,Ucapan.Sampurasun pun bergema di Markas PBB.  


Dalam Pidatonya Dedi yang mewakili Indonesia Menjelaskan Tentang Penguatan Basic Tradisional Pedesaan Dengan Sistem Pendidikan Berkarakter Sunda yang dijadikan sebagai basis kekuatan masyarakat. “sebagai upaya Memperkuat Ekonomi Berbasis Budaya,Peternakan, Perikanan Pertanian Kehutanan dan Industri Kreatif kita membangun melalui sistem yang berbasiskan budaya dimana didesa dibangun kekuatan tradisi yang kuat.” Ujarnya. Untuk memperkuat hal itu Dedi dibuat dalam Perbup Pendidikan Berkarakter yang didalamnya membangun kekuatan generasi yang mandiri dan produktif “seperti sekolah jam 6 pagi, membuat Tas Sendiri, Bersepeda,berpuasa seminggu dua kali lalu Teknologi sebagai bagian Penyempurnaan untuk melakukan Penguatan terhadap basis tradisi sehingga memiliki daya saing Pasar”,pungkasnya. 
Dedi pun memaparkan kondisi yang sebenarnya,dimana pemakaian teknologi hanya menjadi sarana konsumtif,dimana pemborosan yang terjadi bahkan desa tanahnya mulai dijual sehingga kehilangan daya dukung karena hanya mengejar daya konsumtif semata. ” Sekarang Keadaan terbalik teknologi menjadi sarana konsumtif yang mengakibatkan Pemborosan dan Pedesaan Kehilangan daya dukung lahan yang tadinya produktif mulai terjual hanya untuk pemenuhan nafsu konsumtif yang akhirnya bahan pokok harus beli seperti beras telor daging bahkan jengkol” tuturnya. Untuk mensiasati hal tersebut Dedi menegaskan desa harus terjaga basis budayanya agar menjadi bagian dari ketahananan terutama dalam menjaga kekuatan bangsa ; “Saya tegaskan desa harus terjaga basis budayanya karena sebagai kekuatan Bangsa karena apabila basis budaya desa kuat bisa menjadi Media Relaksasi Masyarkat kota dan Negara Maju sehingga terjadi Harmoni Peradaban yang seimbang”, tuturnya. Selain itu Dedi pun menuturkan bahwa generasi muda harus tetap memegang teguh basis budaya bangsanya karena menurutnya kepemimpinan muda berbasis budaya hal yang mendasar untuk membangun daya saing bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar